Kamis, 04 September 2014

Renungan Harian Kampus 1: Kedudukan yang Membawa Nikmat atau Hikmat?



“Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan”. Yesaya 32: 1 

Jika Anda pernah membayangkan diri Anda sebagai presiden pasti yang terlintas di benak Anda adalah kemewahan, kemudahan hidup, reputasi yang cemerlang dan nikmatnya hal-hal duniawi lain yang begitu menggiurkan. Namun pernahkah terlintas di benak Anda mengenai tanggung jawab besar yang mereka emban?
Yesaya mencoba memaparkan koneksi antara sebuah kedudukan atau posisi dan kebernaran firman Tuhan. Seorang raja atau presiden, dan aparat pemerintahan yang mencakup badan peradilan Negara (MK contohya) memang merupakan posisi yang prestigious, namun segala kemudahan dan kemewahan yang mereka dapatkan sama berbobotnya dengan tugas Negara diemban. Posisi mereka menentukan nasib jutaan orang. Kepercayaan rakyat terhadap sosok-sosok yang “di atas”, didasari oleh keyakinan bahwa pemimpin-pemimpin mereka memiliki hati yang benar dan pemikiran yang adil. Sayangnya, di negeri tercinta kita ini, korupsi seolah sudah menjadi fenomena yang biasa.
Kita tidak perlu menunggu sampai kita berada pada jabatan atau posisi yang penting untuk melakukan keadilan dan kebenaran. Benar adanya bahwa semakin tinggi sebuah jabatan, semakin banyak pula godaan untuk korupsi, berbohong, curang, dll. Namun saat ini pun, setiap harinya kita selalu diperhadapkan ke dua pilihan, yang benar dan yang salah. Sebuah posisi tanpa iman yang teguh akan begitu mudah diperhamba oleh kemewahan duniawi. Hendaklah kita memikirkan dampak dari setiap keputusan kita bagi orang lain dan juga bagi hati Tuhan.
“Life isn’t fair, but you and I shoud be” -anonymous

Doa: Tuhan, ajar kami agar kami bisa memegang teguh iman kami dengan segenap keadilan dan kebenaran yang telah Kau ajarkan kepada kami di dunia yang cemar ini.





Jumat, 08 Agustus 2014

Mirror




My mirror shows a vivid reflection
of a STRONG woman 
who delivered me to this beautiful life
Her strength is multi-dimensional

Deep as her thoughts of life
Firm as her hardworking hands
Explicit as her bold powerfull words
Unbreakable as her motherly loving heart

The more I seek in the mirror
the more it reveals her profound beauty
The more I sink deeper into the reflection
the more I realize...
I envy her strength with all my heart

My mirror shows a clear reflection
of a LOYAL man
who raised me up with integrity
His loyalty is a "prism"

Shining a light through friendship
Illuminating the dark edges of life's uncertainty
Glowing in the smoke of dispute
Guiding my feet towards the paths of wisdom

The more I look into the mirror
the more I find his value
The more I wonder about the reflection
I am grateful to be theirs
although my reflection seems 1000 km away


Selasa, 08 April 2014

Bermimpi Untuk Indonesiaku Yang "BERSIH"

Apalah arti cemooh yang dihujamkan bertubi-tubi kepada para koruptor, koar-koar anti-korupsi dan teriakan-teriakan yang menuntut hadirnya pemimpin yang BERSIH dan berintegritas tinggi jika di ujung jalan UANG menodai segalanya.

Janganlah kiranya saudara-saudaraku menuntut pemimpin yang BERSIH jika hati dan pikiran kita sendiri masih dibutakan uang, kekuasaan dan manipulasi. Apalah yang membedakan kita dengan para koruptor jika "ujung-ujungnya duit"?

Mari saudara-saudaraku, kita mulai melakukan gerakan perubahan yang dimulai dari diri sendiri, sehingga suatu saat kita bisa menjamah lingkungan dan akhirnya negara kita bersama ini dengan pengaruh-pengaruh yang baik dan takut akan Tuhan.

Mari BERMIMPI untuk Indonesia yang BERSIH. Janganlah takut saudaraku, sebab tak ada yang mustahil bagi Tuhan yang dapat menjawab segala doa dan pergumulan kita untuk mewujudkan INDONESIA yang BEBAS MONEY POLITIK yang teramat sangat kita dambakan selama ini. Ajaklah para generasi penerus untuk BERMIMPI, karena tak ada seorang pun di dunia yang dapat merampas hak kita untuk bermimpi dan berharap.

Jika Anda diberikan 1 kesempatan untuk mengubah negara ini -bahkan jika hanya bisa diwujudkan melalui satu tusukan paku pada gambar pemimpin yang BERSIH- LAKUKANLAH. Kenanglah dan jangan sia-siakan wahai saudara-saudaraku, segala perjuangan dan pengorbanan pahlawan-pahlawan kita yang terdahulu, karena mereka tidak mengorbankan nyawa untuk menangis pilu melihat Indonesia tercinta ini dijajah oleh pemimpin yang merampas kemerdekaan bangsanya. Janganlah kiranya saudara-saudaraku, kita menyia-nyiakan kemerdekaan yang merupakan anugerah ini, karena HAK PILIH, KEBEBASAN MEMILIH dan DEMOKRASI akan sirna maknanya. Mari tepis segala kekelaman masa lalu yang membuat diri kita apatis dan putus asa, karena HARAPAN ITU ADA ketika kita mau mewujudkannya dengan BERSIH.
  
Tanyakan pada diri Anda, apakah pilihan yang Anda buat merupakan 100% keputusan hati nurani Anda atau bukan. Jika jawabannya >100% maka berjuanglah saat ini juga untuk membebaskan diri anda dari kungkungan jajahan manipulasi.



Mari saudara-saudaraku, kita "bersihkan" diri kita agar Pemilu 2014 ini boleh

senantiasa mencerminkan kohesi antara MIMPI dan TINDAKAN.

Tuhan memberkati kita semua, calon pemimpin kita kelak dan Indonesia.

Amin